pentingnya ilmu sosiologi antropologi bagi petugas kesehatan

27 01 2010

v  Manfaat mempelajari unsur – unsur budaya bagi petugas kesehatan dalam upaya perbaikan kesehatan masyarakat:

  1. Dapat mengetahui pola prilaku manusia dalam kehidupan bermasyarakat secara universal maupun pola prilaku manusia pada tiap – tiap masyarakat,dengan mengetahui pola prilaku masyarakat artinya kita sudah bisa menerka pola pikir masyarakat setempat yang mana hal ini merupakan satu kunci pertama yang harus diketahu oleh petugas kesehatan, dimana kalau kita sudah mengetahui unsur budaya ataupun pola pikir dan tingkah laku maka dengan mudah kita bisa menanam pengaruh dalam hal ini penyuluhan kesehatan terutama bagi penyuluh gi zi yakni dalam menangani masalah tabu dan mengetahui bagaimana mengayomi atau memberlakukan masyarakat setempat sehingga akan mempermudah proses penyuluhan ataupu sosialisasi terhadap masyarakat.
  2. Dapat mengetahui kedudukan serta peran yang harus kita lakukan sebagai petugas kesehatan sesuai dengan harapan warga masyarakat dari kedudukan yang kita sandang, artinya dengan mempelajari ilmu budaya atapun unsur – unsur budaya maka secara langsung ataupun tidak langsung  akan tertanam dalam pikiran kita peran kita sebagai petugas kesehatan, betapa dibutuhkan keberadaan kita dalam menangani kesehatan masyarakat, sehingga penyuluhan atau perbaikan kesehatan yang dilakukan sesui dengan harapan masyarakat.
  3. Dengan mempelajari unsur – unsur budaya maka akan memperluas wawasan kita ,mengenai budaya suatu masyarakat. Budaya merupakan satu pegangan, satu pedoman  dan aturan yang diyakini kebenarannya oleh masyarakat,sehingga kalau kita sudah mengetahui aturan ataupun budaya dan menghormati budaya masyarakat maka masyarakat pun akan menerima saran dari kita dengan penuh rasa hormat pula dan  akan menunjang,  membantu serta mempermudah kita melakukan  penyuluha, sebab sudah keseimbangan saling menghormati antara petugas kesehatan dengan masyarakat yang dilandasi dengan pengetahuan petugas kesehatan dengan budaya setempat
  4. Dapat mengetahui berbagi macam masalah atau problema dalam masyarakat . Dengan mempelajari budaya seorang petugas kesehatan akan mengetahui maslah yang sedang terjadi di masyarakat, sehingga timbul dalam pikiran petugas kesehatan bagaimana cara unutk menyelesaikan masalah tersebut misalnya masalah gizi masyarakat tanpa melanggar aturan atau budaya masyarakat setempat,yakni dengan melakukan pendekatan secara perlahan – lahan dan mempelajari budaya masyarakat,apakah masalah gizi tersebut timbul karena adat atau budaya seprti pantangan atau tabu, jikalau betul disebabkan oleh tabu, maka petugas kesehatan atau kader  gizi  bisa memberikan penyuluhan atau nasihat  dan gambaran kepada masyarakat bahwa tabu itu menimbulkan dampak yang sangat buruk bagi kesehatan.
  5. Memiliki kepekaan terhadap kondisi – kondisi dalam masyarakat baik yang menyenangkan serta mampu mengambil inisiatif terhadap pemecahan permasalahan yag muncul dalam lingkungan masyarkatnya. Dengan mempelajari unsur – unsur budaya masyarakat , maka seorang petugas kesehatan akan memiliki kepekaan tersendiri terhadap kondisi masyarakat,kepekaan, sikap tanggap , sikap empati antar sesama manusia ini sangat penting dalam melakukan penyuluhan kesehatan misanya dalam penyuluhan gizi sebab dengan kepekaan tersebut akan merangsang petugas kesehatan unutk segera bertindak melakukan perbaikan atau pemecahan masalah dalam masyarakat tanpa melangggar norma atau budaya masyarakat, yakni dengan didasari pengetahuan mengenai unsur budaya masyarakat.

v  Ciri – ciri masyarakat yang mudah menerima perubahan:

  1. Rata – rata masyarakat sudah memiliki pendidikan yanng bagus ,minimal SMP,dan memilki pola pikir untuk berubah untuk jadi yang lebih baik, sudah berfikir kedepan dan siap untuk menerima perubahan yang positif.
  2. Dengan dilandasi pendidikan dan pengetahuan yang bagus maka masyarakat memiliki relasi dan akses penuh terhadap setiap kegiatan publik, mereka berhak melakukan kegiatan secara merdeka dalam menyampaikan pendapat, berserikat, berkumpul, serta mempublikasikan informasikan kepada publik.
  3. 3. Masyarakat tersebut  terletak ditempat yang strategis, tidak begitu jauh dari keramaian, atau mudah untuk dijangkau informasi.
  4. Masyarakat harus memiliki kesediaan individu untuk menerima pandangan-pandangan kesehatan dan sikap sosial yang berbeda dalam masyarakat, sikap saling menghargai dan menghormati pendapat serta aktivitas yang dilakukan oleh orang/kelompok lain.
  1. Masyarakat memiliki sikap mengakui dan menerima kenyataan mayarakat yang majemuk disertai dengan sikap tulus, bahwa kemajemukan sebagai nilai positif dan merupakan rahmat dari Tuhan Yang Maha Kuasa
  2. Masyarakat memiliki jiwa partisipasi, yakni ikut serta dalam hal perubahan kearah yang lebih bagus.
  3. Masyarakat memiliki kedewasaan dan kemandirian berinisitaif dalam merubah pola pikir atau tingkah laku ke arah yang lebih baik dan berinisitaif unutk melakukan perubahan dan menrima perubahan.politik yang bertanggung jawab.

Tugas

Sosiologi dan Antropologi

Disusun Oleh :

NAMA  :IBADIRI

NIM     :P07 131009021

DEPARTEMEN KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA

POLITEKNIK KESEHATAN MATARAM

JURUSAN GIZI

2009/2010


Actions

Information

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: